oleh

Bank Jombang Sabet 2 Penghargaan Nasional, Dirut Raih Predikat CEO Inspiratif

Jatimkita.com – PT BPR Bank Jombang (Perseroda) menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank milik Pemerintah Kabupaten Jombang itu berhasil memboyong dua penghargaan dalam ajang Indonesia Digital Technology & Innovation (IDTI) Awards 2026 di Jakarta.

Dua penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Bank Jombang dalam mengembangkan inovasi teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan. Salah satu penghargaan juga diberikan kepada Direktur Utama Bank Jombang, Dr. Afandi Nugroho.

banner 2048X824

Ajang yang diselenggarakan BusinessUpdate.id bekerja sama dengan BRAIN IPB University tersebut mengusung tema ‘Innovative Advanced Digital Technology for Resilient Business and Industry’.

Dalam ajang tersebut, Bank Jombang meraih predikat Best Smart Technology Innovation of The Year 2026. Sementara Afandi Nugroho memperoleh penghargaan The Best Inspiring CEO in Digital Transformation of The Year 2026.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah integrasi pengelolaan Rekening Kas Desa dengan ekosistem perbankan digital. Bank Jombang mengembangkan layanan melalui aplikasi mobile banking My Bank Jombang serta fasilitas Cardless ATM yang tersedia di sejumlah titik strategis dan kantor cabang.

Inovasi tersebut memungkinkan pemerintah desa melakukan transaksi keuangan dengan lebih mudah. Mulai dari penarikan tabungan hingga transfer ke rekening bank lain di seluruh Indonesia secara real time.

Direktur Utama Bank Jombang, Dr. Afandi Nugroho, mengatakan transformasi digital yang dilakukan bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Namun, diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperluas akses layanan keuangan.

“Inovasi digital yang kami kembangkan tidak sekadar mengikuti tren, tetapi dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Integrasi Rekening Kas Desa dengan sistem perbankan digital kami terbukti mempermudah tata kelola keuangan desa sekaligus memperluas aksesibilitas bagi pelaku UMKM dan mitra usaha lokal,” ujar Afandi dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Selain mengembangkan layanan digital, Bank Jombang juga memperkuat manajemen risiko untuk menjaga kualitas kredit. Hal ini menjadi perhatian di tengah tantangan industri BPR nasional yang masih menghadapi tekanan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan Bank Jombang, rasio NPL BPR secara nasional berada di angka 12,31 persen. Kondisi ekonomi mikro dan makro, kenaikan biaya operasional UMKM, penurunan daya beli masyarakat hingga kendala proses lelang agunan turut menjadi tantangan bagi industri perbankan.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Bank Jombang menerapkan sejumlah strategi berbasis teknologi. Salah satunya melalui portal pemasaran agunan digital Info Lelang yang dapat diakses melalui laman https://infolelang.bankjombang.co.id.

Portal tersebut dikembangkan untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran aset agunan kredit agar proses penjualannya lebih efektif.

Bank Jombang juga menerapkan Loan Origination System (LOS) berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses penyaluran kredit baru. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan ketepatan analisis risiko terhadap calon debitur.

Afandi menjelaskan, penguatan teknologi tersebut berjalan beriringan dengan pendampingan kepada debitur potensial. Langkah ini dilakukan agar kualitas portofolio kredit tetap terjaga di tengah meningkatnya tantangan industri BPR.

“Menghadapi tingginya risiko NPL industri BPR nasional, Bank Jombang mengambil langkah progresif melalui pengetatan analisis kredit berbasis AI serta transparansi pemasaran agunan via Info Lelang Digital. Kami memadukan kecanggihan sistem Loan Origination System dengan pendampingan langsung bagi debitur potensial agar kualitas portofolio tetap terjaga,” jelasnya.

Melalui pengembangan layanan digital, penguatan manajemen risiko, serta penerapan prinsip kehati-hatian perbankan atau prudential banking, Bank Jombang optimistis dapat terus meningkatkan daya saing.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jombang.(WAG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *