oleh

Wali Murid SMPN Di Megaluh Keluhkan Penjualan Seragam Batik Dan Olahraga

Jatimkita.com – Jombang, Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan kebijakan pembelian seragam sekolah di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

Mereka mengeluhkan harga seragam batik dan seragam olahraga yang disebut mencapai Rp 440 ribu serta diwajibkan dibeli melalui komite sekolah.

banner 2048X824

Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, kebijakan tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Biaya pembelian seragam batik dan olahraga itu Rp 440 ribu. Kemarin saat rapat ada komite sekolah dan semua diminta harus setuju dengan harga segitu,” ujarnya kepada awak media, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, orang tua murid diarahkan untuk membeli seragam langsung di lingkungan sekolah. Bahkan, terdapat petugas yang mengaku berasal dari komite sekolah untuk melayani pembelian seragam tersebut.

“Kami diarahkan untuk membeli seragam di sekolah. Di sana ada petugas yang mengaku dari Komite Sekolah,” katanya.

Ia menilai pembelian seragam tersebut seolah menjadi kewajiban karena tidak ada pilihan lain yang disampaikan kepada wali murid.

“Yang harus dibeli di sekolah itu seragam batik dan baju olahraga. Itu juga belum termasuk jilbab untuk siswa perempuan,” tambahnya.

Keluhan ini pun memunculkan pertanyaan terkait mekanisme pengadaan seragam sekolah dan peran komite sekolah dalam proses penjualannya.

Sunan Ketua Komite Mengatakan, Siswa akan mendapatkan satu stel seragam batik dan satu stel baju olahraga, katanya pada Jum’at (24/07/2026).

“Seragam batik 1 stel seharga rp 310.000, sudah dijahit, seragam olah raga 1 stel seharga rp 130.000,”.

Sambung mantan kades Sudimoro ini, Penyedia seragam paguyupan wali murid dan komite,

Pembayaran dikoordinir paguyupan wali murid dibantu wali kelas. Dan yang harus dibeli wali murid.

Sunan Menjelaskan, saat ini jumlah siswa ada 5 kelas, Sebentar tak konfirmasi ke sekolahan jumlah pastinya, Jelasnya.

“Siswa Kelas VII Ada 5 Rombel, Ada tambahan murid karena ada beberapa murid baru susulan,”.

Ada murid yang baru daftar karena belum dapat sekolahan, pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah yang bersangkutan masih belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi untuk mendapatkan penjelasan terkait keluhan para wali murid tersebut.( Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *