Jatimimkita.com – Jombang, Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi melalui Kabid Bina Marga Agung Setiaji, mengatakan, pihaknya melangkah lebih maju untuk penanganan jalan rusak. Sebab, sudah memproduksi aspal coldmix atau aspal dingin secara mandiri.
Salah satu cara penanganan kerusakan jalan melalui kegiatan pemeliharaan rutin, dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat khususnya pada penanganan kerusakan jalan.
’’Ini kami lakukan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya penanganan kerusakan jalan, dengan menggunakan material aspal dingin (coldmix asphalt).” kata Agung.
Selam ini, pemeliharaan rutin menggunakan beberapa jenis material. Di antaranya, material aspal drum, aspal hotmix dan aspal dingin atau coldmix.
’’Melalui aksi perubahan ini, didapatkan sebuah inovasi berupa pembuatan model desain perkerasan jalan dengan membuat material aspal dingin secara mandiri,’’ imbuhnya.
Selama ini, material aspal dingin tidak dapat terjaga ketersediannya. Karena jumlah pengaduan laporan kerusakan jalan setiap bulan tidak dapat diprediksi dan proses pengadaan barang dan jasa membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Sehingga mengakibatkan lamanya waktu penanganan kerusakan jalan yang dilaporkan masyarakat.
’’Penyusunan model desain perkerasan jalan ini dilakukan dengan membuat beberapa kali uji coba komposisi bahan pendukung pembuatan material aspal dingin. Sehingga didapatkan beberapa komposisi campuran yang sesuai dengan kebutuhan pada saat diaplikasikan di lapangan,’’ lanjutnya.
Juga dilakukan uji laboratorium terhadap material yang digunakan sebagai campuran. Beberapa di antaranya, agregat kasar, agregat halus dan aspal emulsi.
’’Berdasarkan hasil uji laboratorium dan jobmix, maka dilakukan uji coba pembuatan aspal dingin secara mandiri tim efektif aksi perubahan,’’ tutur Agung.
Material aspal dingin yang telah diproduksi secara mandiri juga sudah dilakukan uji coba di beberapa ruas dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Manfaatnya kini sudah dirasakan. Di antaranya kegiatan pemeliharaan rutin jalan dapat dilaksanakan dengan optimal.
Mengurangi ketergantungan buy back dalam pengadaan material campuran aspal dingin. Optimalisasi penggunaan material dalam pemeliharaan jalan menggunakan aspal dingin.
’’Penanganan kerusakan jalan yang lebih cepat, terutama pada kondisi yang mendesak atau ketika stok material menipis, sedangkan kebutuhan bahan sedang meningkat,’’ pungkas Agung.(WAG)