oleh

Pemkab Jombang Perkuat Dukungan ASI Eksklusif, Capaian Tembus 73,1 Persen

Jatimkita.com – Jombang, Pemkab Jombang melalui Dinas kesehatan memperkuat sistem dukungan pemberian ASI eksklusif sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus mencegah stunting. Hingga Juni 2026, capaian ASI eksklusif di Kabupaten Jombang tercatat mencapai 73,1 persen.

Penguatan dukungan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Puncak Peringatan Pekan ASI Sedunia 2026 yang digelar di Pendopo. Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Prioritaskan Menyusui: Ciptakan Sistem Dukungan yang Berkelanjutan’.

banner 2048X824

Bupati Jombang Warsubi mengatakan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan investasi penting untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Menurutnya, keberhasilan menyusui tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu.

“Keberhasilan menyusui tidak dapat menjadi tanggung jawab ibu seorang diri. Ibu membutuhkan dukungan dari keluarga, terutama suami, pendampingan tenaga kesehatan dan kader, serta lingkungan yang aman,” ujar Warsubi dalam keterangannya Jum’at (11/9).

Warsubi menyebut capaian ASI eksklusif di Jombang periode Januari-Juni 2026 telah mencapai 73,1 persen. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 61 persen pada 2025.

Meski capaian tersebut cukup tinggi, Pemkab Jombang masih akan memperkuat pemerataan dukungan ASI eksklusif di 21 kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan capaian antarwilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Hexawan Tjahja Widada mengatakan momentum Pekan ASI Sedunia juga dimanfaatkan untuk mengonsolidasikan berbagai program pendampingan ASI yang telah berjalan di masyarakat.

“Program yang kita kuatkan meliputi KP-ASI, YUKENSI, dan KEMPING ASIK. Ketiganya kita satukan dalam sistem pendampingan yang lebih terpadu,” kata Hexawan.

KP-ASI atau Kelompok Pendukung ASI merupakan wadah edukasi dan dukungan antaribu yang telah berjalan sejak 2011. Sementara YUKENSI atau Paguyuban Kakek Nenek ASI menjadi inovasi berbasis keluarga sejak 2017 dengan mengoptimalkan peran kakek dan nenek dalam mendukung ibu menyusui.

Adapun KEMPING ASIK atau Kader PKK Pendamping ASI Eksklusif merupakan gerakan pendampingan langsung oleh kader PKK di lapangan.

Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi juga mengajak para kader hingga tingkat desa untuk aktif mendampingi ibu hamil dan menyusui.

“ASI bukan sekadar makanan untuk bayi, tetapi ada perlindungan dan ikatan batin. Di balik ibu yang berhasil memberikan ASI, ada suami yang mendukung, keluarga yang memahami, dan lingkungan yang menghargai,” tegas Yuliati.

Penguatan dukungan ASI eksklusif juga ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama oleh jajaran Pemkab Jombang, TP PKK, kepala OPD, organisasi wanita, hingga perwakilan puskesmas.

Deklarasi tersebut menekankan pentingnya penyediaan ruang ASI yang layak, aman, dan mudah diakses di fasilitas publik, fasilitas kesehatan, maupun tempat kerja. Pekerja perempuan juga didorong mendapat kesempatan yang cukup untuk memerah ASI selama bekerja.

Dalam kegiatan itu, Pemkab Jombang turut memberikan penghargaan kepada desa dan puskesmas yang dinilai berprestasi dalam mendukung program ASI eksklusif.

Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, meraih penghargaan sebagai Desa KEMPING ASIK Terbaik. Sedangkan Puskesmas Mojowarno dinobatkan sebagai Puskesmas Pembina KEMPING ASIK Berprestasi.

Untuk kategori Puskesmas dengan Ruang ASI Terstandar, juara pertama diraih Puskesmas Pulolor, disusul Puskesmas Mayangan dan Puskesmas Tapen.

Sementara kategori Puskesmas dengan Inisiasi YUKENSI Terbaik diraih Puskesmas Mojoagung sebagai juara pertama, Puskesmas Pulorejo juara kedua, dan Puskesmas Plandaan juara ketiga.

Adapun kategori KP-ASI Aktif dan Berkelanjutan menempatkan Puskesmas Kesamben sebagai juara pertama, Puskesmas Kabuh juara kedua, dan Puskesmas Blimbing Gudo juara ketiga.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi gizi, pameran produk UMKM dan Dapur Sehat Atasi Stunting Desa Pandanwangi, penyerahan petunjuk teknis YUKENSI dan KP-ASI, pemutaran video edukasi, serta seminar kesehatan tumbuh kembang anak.

Seminar menghadirkan Sri Wahyuningsih, dan dokter spesialis anak dr Ahmad Mahfur, Sp.A. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya ASI tidak hanya sebagai sumber nutrisi, tetapi juga dalam mendukung imunitas dan tumbuh kembang anak.(WAG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *