JOMBANG – Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Slamet, seorang wartawan media online, diduga dianiaya oleh dua orang pria usai melakukan peliputan investigasi terkait progres proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Selasa (24/2/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Korban saat itu tengah beristirahat di kantor redaksinya setelah meninjau lokasi proyek konstruksi Sekolah Rakyat.
Berdasarkan keterangan saksi berinisial HS, dua orang pria yang tidak diketahui namanya tiba-tiba merangsek masuk ke ruangan korban.
“Korban sedang beristirahat di kamar kantor, kemudian pelaku bersama satu rekannya masuk dan langsung melakukan pemukulan secara membabi buta,” ujar HS saat dikonfirmasi.
Akibat serangan mendadak tersebut, korban tidak sempat melakukan perlawanan.
Slamet menderita luka lebam serius di bagian wajah dan tubuh, sehingga harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak rekan sejawat korban memastikan kasus ini akan dibawa ke ranah hukum.
Saat ini, sejumlah saksi dan bukti pendukung, termasuk hasil visum dari rumah sakit, tengah disiapkan untuk melengkapi laporan kepolisian.
“Kami akan resmi melapor. Saat ini rekan-rekan media sudah berkoordinasi dengan Polres Jombang untuk menindaklanjuti insiden ini,” tegas HS.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Jombang terkait laporan penganiayaan tersebut.
Hubungan sebab-akibat antara pemukulan dengan pemberitaan proyek Sekolah Rakyat yang tengah diinvestigasi korban juga masih dalam tahap pendalaman. Hingga saat ini belum terkonfirmasi secara pasti Slamet dihajar dua orang ini lantaran pemberitaan atau ada persoalan lain.














Komentar