oleh

Oknum Perangkat Desa di Mojoagung Diduga Terlibat Skandal Perselingkuhan

JOMBANG — Integritas aparatur desa di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, kini tengah menjadi sorotan.

Seorang oknum perangkat desa berinisial S, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dusun, diduga terlibat hubungan gelap dengan seorang perempuan yang berstatus sebagai istri sah warga setempat.

banner 2048X824

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan skandal ini sebenarnya telah bergulir sejak beberapa bulan lalu. Kasus ini bahkan sempat dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Informasinya memang sempat dilaporkan ke polisi,” ujar sumber tersebut pada Rabu (28/1/2026).

Dalam rekaman video yang dikantongi, S tertangkap kamera sedang keluar dari sebuah kamar bersama perempuan tersebut. Namun, secara yuridis, video tersebut hanya dianggap sebagai petunjuk awal dan belum cukup kuat untuk menjerat pelaku secara hukum.

Ironisnya, dugaan perilaku amoral ini disinyalir bukan kali pertama dilakukan oleh S. Sebelumnya, S dikabarkan pernah terjerat persoalan serupa yang berakhir melalui mediasi kekeluargaan.

“Dahulu pernah ada kasus serupa, namun diselesaikan secara damai. S bahkan sempat membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya,” tambah narasumber lain.

Namun, janji tersebut diduga dilanggar hingga akhirnya hubungan terlarang ini terendus kembali oleh suami sang perempuan.

Akibat insiden ini, perempuan yang bersangkutan dikabarkan telah dipulangkan ke daerah asalnya di Kabupaten Nganjuk, meski status perkawinannya masih sah secara hukum.

S yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan, kini menduduki posisi strategis sebagai Kepala Dusun setelah pejabat sebelumnya meninggal dunia.

Hal ini memicu pertanyaan publik mengenai aspek moralitas dan etika profesi dalam pengisian jabatan di tingkat desa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa maupun aparat penegak hukum setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil terhadap oknum perangkat desa tersebut.

Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut. (Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *