JOMBANG – Komitmen mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat tapak terus ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI Kantor Cabang Jombang menyalurkan bantuan sarana produksi berupa mesin pencetak bakso dan gerobak jualan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sekar Arum di Desa/Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Sabtu (17/10/2026).
Penyerahan bantuan ini hadir sebagai solusi taktis atas kendala operasional warga setempat yang selama ini masih mengandalkan cara manual dalam proses produksi.
Pimpinan Cabang BRI Jombang, Boedhi Winaryo, menegaskan pentingnya peran sektor perbankan dalam mendampingi pertumbuhan dan kemandirian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pedesaan.
“Bantuan mesin dan gerobak bakso ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk hadir mendampingi pelaku UMKM secara langsung. Kami berharap fasilitas ini dirawat dengan baik agar produksi bakso Poklahsar Sekar Arum bisa berlari lebih kencang, omzetnya naik, dan pada akhirnya kesejahteraan keluarga anggota kelompok ikut terangkat,” terang Boedhi Winaryo.
## Tingkatkan Higienitas dan Sokong Sektor Pariwisata
Kehadiran peralatan modern ini diproyeksikan tidak hanya memangkas waktu pembuatan bakso, tetapi juga mendongkrak standar higienitas olahan kuliner lokal.
Langkah ini menjadi modal penting bagi Poklahsar Sekar Arum mengingat kawasan Wonosalam merupakan pusat destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Jombang, di mana kualitas dan kebersihan jajanan menjadi faktor kunci kepercayaan wisatawan.
Bantuan alat modern ini disambut antusias oleh para anggota kelompok. Ketua Poklahsar Sekar Arum, Kristianto, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian BRI Cabang Jombang terhadap keberlangsungan usaha warga di pedesaan.
“Mewakili kelompok, saya sangat bersyukur. Mesin pencetak bakso ini jelas akan memangkas waktu produksi kami menjadi jauh lebih cepat dan higienis. Ditambah lagi ada gerobak baru yang sangat memudahkan kami memasarkan produk langsung ke konsumen. Ini benar-benar jadi jalan terang buat usaha kami di Wonosalam,” ungkap Kristianto.
Melalui sinergi pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna ini, produk olahan pangan lokal di kawasan pariwisata Wonosalam diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, bersaing di pasar yang lebih luas, serta mendongkrak perekonomian warga secara berkelanjutan.








Komentar