Jatimkita.com – Jombang, Sinergi antarinstansi kembali ditunjukkan dalam penanganan jebolan tanggul di Saluran Induk Mrican Kanan yang berada di Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi antara UPT PSDA Perak, Tenaga Perbantuan Operasi dan Pemeliharaan (TP-OP) Pusat, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang guna menjaga keandalan jaringan irigasi strategis tersebut.
Sultoni Kabid Sumberdaya Air mengatakan, Saluran Induk Mrican Kanan merupakan bagian dari daerah irigasi kewenangan pemerintah pusat yang memiliki peran penting dalam mendistribusikan air irigasi ke ribuan hektare lahan pertanian. Oleh karena itu, setiap kerusakan pada tanggul perlu segera ditangani agar tidak mengganggu fungsi saluran maupun membahayakan area di sekitarnya, katanya pada Rabu (15/07/2026)
“Saluran induk Mrican kanan merupakan kewenangan pemerintah pusat yang mempunyai fungsi mengalirkan air ke irigasi ke ribuan hektar di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo,”.
Masih kata Sultoni, Pada lokasi tersebut, tanggul mengalami jebolan dengan panjang sekitar 8 meter dan lebar mencapai 5 meter. Kerusakan tersebut berpotensi menyebabkan air keluar dari badan saluran sehingga mengurangi stabilitas tanggul sekaligus meningkatkan risiko genangan apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Lanjut Sultoni, Proses perbaikan dilaksanakan menggunakan alat berat excavator Pindad 140 yang difungsikan untuk membentuk kembali badan tanggul dan mempercepat pekerjaan urug. Penanganan dilakukan dengan metode penutupan bertahap, diawali pemasangan dolken sebagai penahan utama, kemudian diperkuat menggunakan anyaman gedhek. Setelah struktur dasar terbentuk, dipasang jumbo bag berisi material sebagai penahan tekanan air, dilanjutkan pengurugan tanah dan pemadatan menggunakan glangsing hingga tanggul kembali menyatu dengan badan tanggul eksisting.
“Perbaikan dilaksanakan menggunakan alat berat excavator Pindad 140 yang difungsikan untuk membentuk kembali badan tanggul serta mempercepat pekerjaan urug, Pemasangan dolken sebagai penahan utama, kemudian diperkuat menggunakan anyaman gedhek, Setelah struktur terbentuk, dipasang jumbo bag berisi material sebagai bentuk penahan, dilanjutkan pengurugan tanah dan pemadatan menggunakan glangsing hingga tanggul kembali menyatu dengan badan tanggul eksisting”.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlangsungan fungsi jaringan irigasi.
“Kolaborasi menjadi kunci percepatan penanganan. Meskipun Saluran Induk Mrican Kanan merupakan kewenangan pemerintah pusat, Dinas PUPR Kabupaten Jombang turut memberikan dukungan personel, peralatan, dan koordinasi di lapangan agar penanganan dapat diselesaikan secara cepat dan efektif,” jelasnya.
Selain memulihkan kondisi tanggul yang rusak, pekerjaan ini juga bertujuan mengembalikan tingkat keamanan saluran sehingga distribusi air irigasi tetap berjalan sesuai kebutuhan. Keandalan tanggul menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan irigasi sekaligus meminimalkan potensi kerusakan yang lebih besar ketika debit air meningkat. Melalui kerja sama yang solid antar instansi tersebut.
Sultoni berharap, Saluran Induk Mrican Kanan kembali berfungsi secara optimal sebagai infrastruktur pendukung sektor pertanian. Upaya ini sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan jaringan irigasi, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar saluran.(WAG)








Komentar